Ketua KPU Arief Budiman menyampaikan penghapusan video dilakukan karena Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengaku tidak bisa memahami pertanyaan berbentuk video tersebut.
"Mereka agak kesulitan kayaknya bisa menangkap pesan dari film itu. Nah, kemungkinan kita akan ubah terkait dengan metode penyampaian pertanyaan melalui gambar film. Artinya pertanyaan akan disampaikan oral," kata Arief di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (26/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPU memberi opsi mengganti video dengan mempersilakan undangan debat bertanya langsung ke kandidat, dalam hal ini Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno.
"Mereka merespons positif merespons baik, tapi untuk diterapkan di debat yang ketiga, menurut mereka terlalu mepet. Nanti malah kita tidak mendapatkan penanya yang qualified," ucap dia.
Sebelumnya, KPU menayangkan dua video sebagai pemantik debat eksploratif atau tarung bebas di Debat Capres Kedua Pilpres 2019. KPU menyediakan lima video sesuai tema yang diusung.
Sebelum debat dimulai, Arief Budiman mengundi video yang akan diputar. Kemudian Jokowi dan Prabowo mendapat kesempatan 16 menit beradu gagasan tentang video itu. Dua video yang ditayangkan di debat kedua membahas lubang tambang dan kekayaan maritim.
[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)