Hal tersebut diutarakan OSO untuk merespons pernyataan anggota Tim Advokasi Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Indra yang meminta Jokowi mengambil cuti agar tak bias antara kampanye dan tugas kenegaraan.
"Dia [Jokowi] berkampanye juga tidak pernah pada hari kerja, Sabtu Minggu yang sudah tidak anu, tidak kerja," kata politikus yang akrab disapa OSO itu saat ditemui di kompleks MPR/DPR, Jakarta, Rabu (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
OSO menyatakan kampanye bagi petahana sendiri sudah diatur dengan jelas dalam Undang-undang Pemilu.
"Itu kan ada mekanisme, kalau mekanisme tidak melarang ya presiden mempunyai hak untuk melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan aturan main," kata OSO.
Diketahui, UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu sendiri menjelaskan kampanye yang mengikutsertakan presiden dan wakil presiden petahana harus menjalani cuti di luar tanggungan negara dan tak menggunakan fasilitas negara, kecuali fasilitas keamanan bagi pejabat negara.
Lebih lanjut, Oso menyarankan tak seharusnya kegiatan dan aktivitas Jokowi dikritisi terus menerus. Ia menyatakan hal itu berpotensi membuat seluruh kegiatan Jokowi akan dipandang salah di mata masyarakat.
"Kalau begini kan semua salah semua salah jadi cari yang bagaimana semuanya baik itu," ujar OSO.
[Gambas:Video CNN] (rzr/kid)