Hal itu ia katakan untuk merespons rencana Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang ingin memasukkan perwira tinggi TNI ke kementerian sipil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi menyebut setidaknya ada 150 perwira tinggi berpangkat jenderal tak memiliki jabatan struktural di TNI.
"Patut diduga bahwa ini tidak bisa karena kesalahan sesaat kemarin saja. Ini sudah berlangsung dalam waktu yang cukup terlalu lama sehingga akibatnya baru kita lihat kita rasakan sekarang," kata Agus.
Agus yang merupakan mantan Kepala Staf Teritorial TNI itu, lantas menjelaskan bentuk organisasi militer selalu berbentuk piramida. Hal itu terlihat dari komposisi personel dengan pangkat tertinggi akan lebih sedikit ketimbang di level bawah.
"Katakanlah perwira yang nantinya diperkirakan diperlukan untuk sampai ke atas yang lain-lainnya itu misalnya kan tuh ada juga pendidikan, dari bintara untuk menjadi perwira itu pun toh juga dia sudah berada pada midcareer," kata dia.
"Itu harus disusun agar tidak mengganggu piramida yang semuanya itu harus disusun dalam sebuah rencana personil yang koheren yang terintegrasi," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (rzr/arh)