Banyak Pati TNI Non-job, Lemhanas Sebut Kelalaian Personalia

CNN Indonesia
Rabu, 27 Feb 2019 20:00 WIB
Lemhanas menduga ada kelalaian manajemen kepegawaian di TNI sejak lama yang membuat banyak jenderal tak memiliki jabatan alias non-job. Gubernur Lemhanas Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo menduga persoalan menumpuknya perwira tinggi TNI yang tak punya jabatan karena ada kelalaian di bagian pembinaan kepegawaian. (CNN Indonesia/Suriyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letjen (Purn) Agus Widjojo menduga ada kelalaian manajemen personalia atau kepegawaian di TNI yang membuat banyak perwira tinggi atau jenderal tak memiliki jabatan alias non-job.

Hal itu ia katakan untuk merespons rencana Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang ingin memasukkan perwira tinggi TNI ke kementerian sipil.

"Diperkirakan persoalan utama [jenderal non-job] itu berasal di dalam manajemen personalia TNI," kata Agus saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Rabu (27/2).


"Dan apapun itu dia akan kembali kepada kelalaian untuk melaksanakan kaidah-kaidah di dalam manajemen pembinaan personalia," ucap dia.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi menyebut setidaknya ada 150 perwira tinggi berpangkat jenderal tak memiliki jabatan struktural di TNI.

Lebih lanjut, Agus menyatakan kesalahan manajemen personalia TNI itu sudah dibiarkan berlarut-larut hingga saat ini. Akibatnya, kata dia, jenderal yang non-job di tubuh TNI menumpuk dan baru dirasakan saat ini.

"Patut diduga bahwa ini tidak bisa karena kesalahan sesaat kemarin saja. Ini sudah berlangsung dalam waktu yang cukup terlalu lama sehingga akibatnya baru kita lihat kita rasakan sekarang," kata Agus.

Agus yang merupakan mantan Kepala Staf Teritorial TNI itu, lantas menjelaskan bentuk organisasi militer selalu berbentuk piramida. Hal itu terlihat dari komposisi personel dengan pangkat tertinggi akan lebih sedikit ketimbang di level bawah.

Oleh karena itu, ia menyatakan TNI seharusnya lebih cermat memperhatikan rencana karier para personilnya sejak jenjang terendah hingga pensiun secara lebih terintegrasi.

"Katakanlah perwira yang nantinya diperkirakan diperlukan untuk sampai ke atas yang lain-lainnya itu misalnya kan tuh ada juga pendidikan, dari bintara untuk menjadi perwira itu pun toh juga dia sudah berada pada midcareer," kata dia.

"Itu harus disusun agar tidak mengganggu piramida yang semuanya itu harus disusun dalam sebuah rencana personil yang koheren yang terintegrasi," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (rzr/arh)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER