"Itu sisa yang cukup banyak dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB) sebelumnya banyak dan harus diapakan, ya dimanfaatkan," kata Anies di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (28/2).
Anies menjelaskan masih banyak stok sisa pembangunan dari pemerintahan sebelumnya. Bahkan, kata Anies, dua JPO yang bakal direvitalisasi selanjutnya merupakan sisa pembangunan era Ahok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Anies memamerkan hasil tiga pembangunan JPO artistik di Senayan yang berasal dari dana kompensasi KLB. Dana kompensasi KLB ialah jumlah yang dibayarkan swasta kepada Pemprov DKI Jakarta jika ingin menaikkan lantai bangunan.
"JPO ini dibangun dengan desain yang unik dengan artistik dan tata pencahayaan yang akan bisa menambah keindahan kota. Belum dibuka saja sudah menjadi salah satu rujukan pembuatan foto-foto urban di DKI," ucap Anies.
Sewaktu menjadi calon gubernur DKI, Anies sempat mengkritik kebijakan KLB tersebut. Anies beranggapan bahwa kebijakan KLB identik dengan pengelolaan dana swasta. Tim sukses Anies saat itu juga mengkritik KLB yang tidak transparan saat itu.
"Kita seringkali melihat program besar, karya-karya besar, dan ketika ditanya datangnya dari mana, (ternyata dari) denda KLB. Barang besar KLB, lah APBD-nya di mana? APBD sebesar in kok CSR. Masa tempat-tempat bagus dibangunnya pakai CSR. APBDnya mana?" ujar Anies di Jakarta (31/7/2018).
Lihat juga:Anies Resmikan 'JPO Kekinian' Sudirman |