"Kegiatan aksi damai dari ormas tertentu nanti siang agendanya akan dilaksanakan di KPU pusat. Bertitik di Masjid Sunda Kelapa, Cut Mutia, Al Hakim, dan Kuningan. Massa berkumpul di sana kemudian ke Gedung KPU," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat ditemui di Jakarta.
Argo mengatakan kepolisian telah mengerahkan 4.000 personel untuk mengawal aksi tersebut. Dia menjamin pengamanan telah siaga untuk memastikan aksi berjalan tertib dan lancar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Argo sebelumnya mengatakan pemberitahuan soal aksi Apel Siaga Umat telah diterima oleh pihaknya. Dari pemberitahuan aksi tersebut, kata Argo, aksi akan dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju ke Kantor KPU.
Namun, sambungnya, berdasarkan aturan yang ada area Bundaran HI tidak boleh dijadikan sebagai tempat aksi. Pihak kepolisian berkoordinasi dengan pihak penyelenggara aksi untuk memindahkan lokasi titik kumpul.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman tak mempermasalahkan rencana aksi FUI. Arief mengatakan KPU menghormati hak warga negara. Namun ia meminta peserta aksi tertib dan menghormati orang lain saat menggunakan hak berunjuk rasa.
"KPU tentu akan melayani, menerima aspirasi mereka, tapi kami juga tentu berharap mereka bisa bijak dalam menggunakan hak-hak mereka," kata Arief di Kantor KPU, Jakarta.
Arief meminta massa aksi paham KPU sedang disibukkan dengan berbagai persiapan Pemilu 2019 sehingga tidak bisa hadir di aksi tersebut secara penuh.
Namun Arief mengusahakan ada perwakilan KPU yang akan menemui dan mendengarkan tuntutan massa aksi.
"Mudah-mudahan besok ada yang standby di kantor dan bisa menerima acara berlangsung," ujar dia.
(map/gil)