Dalam aksi Apel Siaga Umat, Amien menyebut laknat Allah menanti jika KPU dan Bawaslu tidak bisa berlaku adil dan membiarkan kecurangan.
"Kalau sampe curang, dan terbukti, tentu kita akan buat perhitungan. Dan laknat Allah akan menimpa mereka," teriak Amien dari atas mobil komando di depan Kantor KPU, Jakarta, Jumat (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saudara-saudaraku, kalau teman-teman KPU, Bawaslu, baik pusat atau daerah bekerja bagus, jujur, tidak curang, kita doakan mereka mendapat barokah, rahmat, hidayah dari Allah SWT," ujarnya.
Seperti diketahui, di sela aktivitas demonstrasi FUI, sekelompok orang yang mengatasnamakan Gerakan Jaga Indonesia juga menggelar Aksi KPU Bebas Intimidasi di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Aksi tersebut digelar di tempat dan waktu yang sama dengan aksi Apel Siaga Umat FUI.
"Kami datang agar KPU bebas dari intimidasi, radikalisme, dan tekanan-tekanan politik yang mengatasnamakan agama," kata Ronal Mulia Sitorus, Koordinator Lapangan Gerakan Jaga Indonesia.
Ronal enggan menyebut jumlah massa yang akan hadir di Aksi KPU Bebas Intimidasi. Namun, sejak pagi, puluhan orang berseragam hitam dengan pin Gerakan Jaga Indonesia sudah berdiri di depan Kantor KPU.
Ronal menyebut kelompoknya akan menggelar aksi diam. Tidak akan meladeni aksi dari FUI. Selain datang ke Kantor KPU, Gerakan Jaga Indonesia juga memasang lima ratus bendera Merah Putih di sepanjang Jalan Imam Bonjol, jalan di depan Kantor KPU.
[Gambas:Video CNN] (dhf/ain)