Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut ada 10 besar Polda yang memiliki kerawanan tinggi pada pelaksanaan Pemilu 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tingkat Polda, Polri juga telah mendata wilayah kabupaten yang dianggap memiliki kerawanan tinggi. Antara lain, Boven Digoel, Nduga, Puncak Jaya, Nabire, Waropen, Mamberamo Tengah, Sarmi, Jayawijaya, yang kesemuanya ada di Papua. Selain itu ada Anambas (Kepulauan Riau), Halmahera Utara (Maluku Utara).
Dedi menyampaikan ada lima hal yang menjadi indeks kerawanan keamanan saat pemilu yang dibuat oleh Polri. Yakni, unsur penyelenggara, kontestasi, partisipasi masyarakat, potensi gangguan kamtibmas, serta ambang gangguan kamtibmas.
Ia menuturkan yang menjadi potensi ancaman kerawanan Pemilu 2019 ini adalah aksi protes atau unjuk rasa antara massa pendukung. Terutama, di kalangan massa pendukung para calon legislatif.
Dedi menyampaikan untuk daerah-daerah rawan tersebut, Kapolda dan Kapolres setempat telah diperintah untuk menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
Sementara itu di tingkat pusat, kata Dedi, Polri juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan saat pemilu.
"Ada empat jenis operasi yang telah dilaksanakan, Operasi Mantap Brata, Satgas Nusantara, Satgas Antipolitik Uang, dan satgas khusus lainnya," tutur Dedi.
[Gambas:Video CNN] (dis/arh)