Akbar yang mengalami luka tembak di bagian dada kiri saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Myria Palembang.
Kepala BNN Sumsel Brigadir Jenderal Jhon Turman Panjaitan membenarkan keberadaan seorang warga yang mengalami luka tembak saat penggerebekan. Pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan apakah Akbar terkena peluru yang dilepaskan petugas BNN atau bukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya menduga eks lokasi lokalisasi tersebut adalah sarang peredaran narkoba. Sebelum melakukan penggerebekan, Jhon berujar, beberapa hari lalu BNN bersama pihak terkait lainnya melakukan razia. Razia tersebut hanya menjaring satu orang yang positif urinenya mengandung zat methamphetamine.
Pihaknya pun kemudian melakukan upaya represif dengan melakukan penggerebekan. Namun saat melakukan penggerebekan, petugas diadang rombongan warga dan dilempari batu.
"Anggota langsung ditarik mundur dan memberikan tembakan peringatan. Karena dihadang dan diserang itu, kami membatalkan penggerebekan untuk menghindari keributan," ujar dia.
Jhon mengaku siap bertanggung jawab apabila peluru nyasar yang bersarang di dada Akbar berasal dari senjata petugas.
[Gambas:Video CNN] (idz/arh)