AHY Targetkan Demokrat Raih Suara seperti Pemilu 2014

chri, CNN Indonesia | Sabtu, 02/03/2019 18:21 WIB
AHY Targetkan Demokrat Raih Suara seperti Pemilu 2014 Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrat menyatakan tak muluk-muluk menentukan target pemenangan Pemilu 2019. Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan partainya menargetkan memperoleh suara sama seperti Pemilu 2014.

"Sekarang kami mencoba menuju 15 persen. Tapi kami realistis, paling tidak kami meraih suara seperti 2014. Kalau lebih tinggi tentunya lebih baik," kata AHY di Gedung DPP Partai Demokrat, Sabtu (2/3).

AHY menyampaikan itu dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu 2019. Dalam Pemilu 2014, Demokrat memperoleh 10,9 persen suara dan menempati posisi keempat setelah PDI Perjuangan, Golkar, dan Gerindra.


Perolehan suara Demokrat dalam setiap Pemilu dinamis. Dalam Pemilu 2004, Demokrat meraih 7,45 persen suara. Angka itu melonjak jauh pada Pemilu 2009 ketika SBY kembali terpilih menjadi Preside. Saat itu Demokrat mendapat 20,4 persen suara.

AHY menyatakan dirinya bersama tim harus bekerja keras karena tak lagi bisa mengandalkan efek ekor jas dalam Pemilu Presiden dan Legislatif yang pertama kalinya digelar serentak.

Ia menjelaskan Partai Demokrat dalam 40 hari jelang Pemilu lebih banyak kampanye mikro seperti bertemu dengan masyarakat di warung-warung kopi dan dalam kelompok kecil.

"Karena kalau mengumpulkan massa tidak bisa menjamin juga akan memilih kami. Jadi harus lebih precise," tuturnya.

Ia juga mengaku selalu mengamati hasil survei lembaga-lembaga survei sebagai masukan. Namun, tak semua hasil lembaga survei menjadi dijadikan acuan. Ia menyatakan Demokrat juga memiliki survei internal yang valid.

Dua pekan lalu, LSI Denny JA merilis survei Demokrat kini berada di posisi kelima setelah PDIP, Gerindra, Golkar, dan PKB dengan perolehan suara 5,4 persen.

Angka itu merupakan perolehan suara terendah sepanjang sejarah Demokrat mengikuti pemilu. (chri/wis)