"Ini adalah momentum bagi kami untuk pertama kali dalam sejarah perpolitikan Indonesia pasca reformasi ada partai yang bisa menang dua kali berturut-turut," ujar Hasto di hadapan ribuan kader PDIP.
Hasto mengatakan yakin PDIP berhasil mewujudkan catatan sejarah tersebut. Keyakinan didasarkannya pada hasil survei sejumlah lembaga yang sampai saat ini masih menempatkan PDIP sebagai partai pemenangan pemilu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hasil survei bisa berubah. Selain itu, serangan hoaks dan fitnah pasti akan terus bermunculan untuk menggerus elektabilitas PDIP.
Dinsisi lain, Hasto menyampaikan seluruh kader PDIP untuk menjaga tegaknya Pancasilan dan kebihnekaan dari sejumlah ancaman, seperti dari Hizbut Tahrir Indonesia.
"Kita negara Pancasila yang sudah final. Kita berdiri kokoh agar ideologi kegelapan tidak hidup di Indonesia," ujar Hasto.
[Gambas:Video CNN]
Galang Pemilih Perempuan
Hasto menyatakan pemilih perempuan merupakan salah satu sumber kemenangan presiden Joko Widodo di Pilpres 2014. Akan tetapi, hal itu tidak sejalan dengan PDIP.
Ia berkata sumber kekuatan PDIP pada gelaran pemilu masih didominasi oleh pemilih laki-laki.
"Pemilih perempuan kami masih kurang. PDIP masih didominasi laki-laki padahal kami adalah partai yang dipimpin oleh ketua umum perempuan, menko termuda adalah perempuan, serta bupati dan anggota DPR RI kami perempuan terbanyak dibandingkan dengan yang lain," ujar Hasto.
Hasto mengatakan agar pemilih perempuan bisa meningkat, relawan ibu-ibu PDIP harus bekerja maksimal menggalang dukungan. Ia kembali mengingatkan kader dan relawan tidak terlena dengan hasil survei.
Lebih dari itu, Hasto menyampaikan konsolidasi partai merupakan cara menyatukan gerak dan stategi partai. Ia juga mengklaim konsolidasi penting untuk semakin meningkatkan elektabilitas pasangan Calon Presiden dan Wakil Jokowi-Ma'ruf Amin.
Lihat juga:PDIP: Jokowi Punya Kredo Tanah untuk Rakyat |