Kelompok ini sebelumnya sempat menduduki sejumlah kampung di Distrik Tembagapura, seperti Banti, Kimbeli, Opitawak, dan Aroanop.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun optimistis Pemilu 2019 pada 17 April di Mimika, termasuk di wilayah Distrik Tembagapura, bisa berjalan kondusif. Warga yang terdaftar sebagai pemilih, lanjutnya, diharapkan dapat menggunakan hak pilih tanpa rasa takut dan terancam akibat keberadaan KKB.
"Kami bercermin dari penyelenggaraan Pilkada Mimika 2018. Saat itu di beberapa tempat seperti di Aroanop dan beberapa kampung di Distrik Tembagapura masih diduduki KKB," ujarnya.
Berkaca dari penyelenggaraan Pilkada Mimika 2018, Agung menyebut proses pesta demokrasi bisa berjalan dengan lancar.
Untuk penyelenggaraan Pemilu 2019 kali ini, Agung menyebut jumlah TPS di wilayah Distrik Tembagapura diperkirakan akan bertambah, mengingat pemilih yang menggunakan hak pilih di setiap TPS kini dibatasi maksimal 400 orang.
Diketahui, KKB kerap menebar teror penembakan terhadap warga dan aparat di sejumlah wilayah di Papua. Misalnya, pembunuhan terhadap puluhan pekerja proyek jembatan yang merupakan bagian dari jalan Trans Papua, di Kabupaten Nduga, Papua, akhir 2018.
[Gambas:Video CNN] (arh)