Menurutnya, Prabowo-Sandi akan memenangkan kontestasi Pilpres 2019, sedangkan PKS gagal memenuhi syarat ambang batas parlemen sebesar 4 persen yang diwjibkan di Pileg 2019 sehingga tidak lolos ke Senayan.
"Ya (PKS) tidak bakal lolos, berat. Meskipun saya percaya Prabowo menang karena arus bawah. Tapi PKS berat," kata Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ngurus DKI saja enggak beres-beres, banyak masalah. Yang enggak sanggup kerjakan, akhirnya mecat-mecatin orang. Sekarang bagaimana saya mau prediksi PKS lolos threshold? Sementara menjelang pemilu ini dia lakukan dua hal," ujar Fahri.
Fahri mencatat terdapat dua hal yang dilakukan oleh pemimpin PKS saat ini yang berpotensi mematahkan semangat para calon anggota legisltif (caleg).
Fahri pun mengaku bingung mengapa harus ada syarat seperti itu. Menurutnya, hal tersebut bisa mematahkan semangat para caleg.
Terpisah, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) tak mau berkomentar mengenai surat pengunduran diri tanpa tanggal
"Saya tidak komentar tentang pendapat Beliau," ujar HNW.
Berdasarkan hasil survei lembaga Lingkaran Survei Indonesia atau LSI Denny JA yang dilakukan pada 18-25 Januari 2019 terhadap 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia, PKS menduduki peringkat tujuh dari 16 parpol peserta Pemilu 2019 dengan perolehan suara sebesar 4 persen.
Perolehan suara PKS disebut belum aman karena survei tersebut memiliki margin of error sebesar 2,8 persen, dengan kata lain perolehan suara PKS bisa bertambah atau berkurang 2,8 persen.
Sementara elektabilitas Prabowo berdasar sejumlah survei belakangan masih berada di bawah Jokowi. Lembaga survei asal Australia, Roy Morgan, bahkan memprediksi Jokowi akan kembali melanjutkan kekuasaan dua periode.