Istilah revolusi 4.0 identik dengan perubahan teknologi. Revolusi 4.0 mengaburkan batas antara bidang fisik, digital dan biologis. Sederhananya, revolusi industri keempat akan mengacu pada bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kendaraan otonom, dan internet saling memengaruhi kehidupan manusia.
Jokowi mengatakan para siswa juga harus mulai belajar dengan sistem pemerintahan yang mulai berbasis teknologi, seperti e-government, e-planning, e-budgeting, hingga e-procurement.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Wali Kota Solo itu menyebut kualitas dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) Indonesia harus ditingkatkan guna menghadapi perubahan dunia, terutama teknologi yang begitu cepat.
Jokowi memaparkan saat ini sejumlah negara di dunia telah mengembangkan artificial intelligence (kecerdasan buatan), virtual reality, big data.
Selain itu, di bidang keuangan, kata Jokowi juga sudah muncul cryptocurrency, alias mata uang digital.
"Kita harus ngerti, kita harus tahu. Karena kalau tidak, kita hanya belajar rutinitas padahal perubahan di luar, ditinggal kita. Sepandai apapun ditinggal kita. ini harus kita ngerti, paham," tuturnya.
Main Pingpong Tanpa Bola
Jokowi lantas menceritakan pengalamannya bermain pingpong dengan teknologi virtual reality di Kantor Facebook, Amerika Serikat.
Menurut Jokowi, saat berkunjung sekitar 3 tahun lalu, dia diajak pendiri Facebook Mark Zuckerberg bermain pingpong dengan memakai kacamata besar.
Jokowi mengungkapkan dirinya seperti bermain pingpong sungguhan, padahal tak ada meja dan bola pingpong yang sebenarnya.
"Saudara bisa bayangkan gimana kita main pingpong, pang ping pang ping, tapi enggak ada bola dan mejanya. Persis 100 persen kayak kita main bola (pingpong)," kata dia.
Menurut Jokowi, Mark menyampaikan bahwa teknologi itu bisa digunakan untuk permainan apapun, termasuk sepakbola.
"Artinya apa? Suatu saat nanti ada orang main bola tapi tidak di lapangan bola dan tidak ada bolanya, tapi bisa membuat gol," ujarnya.
Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, lewat teknologi tersebut jalan tol yang akan dibangun sudah bisa terlihat secara detail akan seperti apa.
"Bisa untuk menyiapkan jalan tol secara detail tapi jalannya belum ada. Sudah keliatan selesainya kaya apa, sudah bisa kita bayangkan sebelumnya. Teknologi-teknologi seperti ini bisa untuk apa saja," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/ugo)