"Saya kira itu ya fitnah ya. Setiap orang itu pasti mempunyai persoalan pribadi, ya namanya orang hidup, biasa," kata Fadli di kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (4/3).
[Gambas:Twitter]
"Karena itu urusan pribadi dan urusan bangsa lain. Urusan pribadi itu orang punya takdirnya sendiri gitu lho. Kan kalau urusan Pak Prabowo kan kapan aja bisa menikah lagi. Dan itu gampang, itu urusan seminggu," kata Fadli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat hal itu, Fadli menyarankan agar semua pihak tak membawa urusan pribadi, seperti urusan rumah tangga, ke dalam politik agar tak terkena karma.
"Jadi jangan bawa-bawa masalah rumah tangga, apalagi soal harmonis dan sebagainya itu ke dalam poltik, nanti akan kena karmanya lah. Kayak Ahok gitu aja bercerai. Orang biasa aja kok," kata Fadli.
Lebih lanjut, Politikus Partai Gerindra itu menyarankan seluruh masyarakat dapat membedakan mana yang urusan pribadi dan urusan negara di Pilpres 2019 ini.
Lebih lanjut, fadli menyatakan Prabowo kapan saja bisa menikah kembali bila yang bersangkutan telah menemukan jodohnya kembali.
Diketahui, Prabowo mempersunting putri presiden ke-2 RI Soeharto, Siti Hedianti Hariyadi atau Titiek Soeharto, pada 8 Mei 1989. Akan tetapi, keduanya bercerai pada tahun 1998. Keduanya memiliki satu orang putra, Didit Hediprasetyo, yang lebih banyak tinggal di luar negeri.
[Gambas:Video CNN] (rzr/arh)