Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan penangkapan Andi ini berawal dari laporan masyarakat terkait pengguna narkoba di Hotel Menara Peninsula pada pukul 18.30 WIB. Atas dasar itu, Iqbal menyebut operasi ini tanpa persiapan sama sekali.
Ia bahkan mengklaim pihaknya tidak tahu orang di dalam kamar yang akan digerebek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iqbal pun membantah dugaan liar yang mengaitkan penangkapan Wakil Sekjen Partai Demokrat itu berkaitan dengan pemilu, khususnya pilpres.
Pada konferensi pers tersebut, Iqbal menyebut kabar mengenai penangkapan Andi Arief banyak berseliweran di jagat maya, baik itu di WhatsApp Group ataupun media sosial. Ia mengingatkan segala macam informasi itu kebenarannya masih diragukan.
Sekalipun informasi itu berbentuk foto dan wujud visual lain, Iqbal memastikan hal itu bukan resmi berasal dari kepolisian.
"Jadi tidak ada pernyataan resmi dari kepolisian. Saya ini yang resmi. Jadi publik agar bisa mendapat informasi yang resmi tentang AA," kata Iqbal.
Andi Arief sejauh ini sudah ditahan aparat akibat dugaan konsumsi narkoba. Meski sudah terbukti mengonsumsi senyawa methamphetamine, petugas yang menggrebek Andi di kamar hotel hanya menemukan barang bukti seperangkat alat pakainya saja.
Dari keterangan Iqbal, Andi saat ini masih berstatus terperiksa dan hanya akan direhabilitasi jika terbukti sebagai pengguna saja.