"Personel TNI yang dikerahkan itu saat ini dalam perjalanan menuju Timika, untuk selanjutnya menuju Nduga," kata Marbun seperti dikutip Antara di Jayapura, Selasa (5/3).
Dia mengatakan 600 personel yang dikerahkan itu terdiri dari Zipur 8 dan Yonif 431 dari Kodam Wirabuana.
Personel TNI itu tidak hanya mengerjakan pembangunan jembatan tetapi juga mengamankan selama pengerjaannya mengingat pengerjaannya tidak tuntas setelah diserang KKB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marbun mengatakan nantinya Zipur 8 dan Yonif 431 akan memanfaatkan peralatan yang ada di lokasi dalam pengerjaan jembatan.
Pembangunan 21 jembatan di Nduga yang sebelumnya dikerjakan PT Istaka Karya dan PT Brantas terhenti akibat kamp karyawan diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada awal Desember 2018 yang menyebabkan 19 orang di antaranya meninggal akibat ditembak dan dibunuh.
Bahkan empat orang lainnya yakni Ricky Cardo Simanjuntak, Petrus Ramli, M.Ali Akbar dan Hardi Ali hingga kii belum diketahui nasibnya.