Diketahui, Anies telah menyurati DPRD soal penjualan tersebut sejak Mei tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal tersebut, Anies menilai anggota DPRD DKI yang tidak kunjung membahas persoalan itu masih ingin memiliki saham dari perusahaan bir tersebut.
Minuman produksi Delta Djakarta. (sanmiguelbeerinternational.com) |
Anies juga menilai terget penjualan saham yang selalu molor merupakan risiko dari praktik politik yang disebabkan adanya sejumlah kepentingan sehingga pembahasan di DPRD tidak kunjung dilakukan.
Selain pembahasan yang tidak kunjung dilakukan, Anies juga menyayangkan kepemilikan saham yang dilakukan sejak 1970 tersebut menjadi tidak bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, kemarin (4/3), Kepala (Plt) Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Riyadi menjelaskan wacana penjualan saham PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) oleh Pemprov DKI masih dalam pembahasan dan kajian internal. Meski masih dikaji, Riyadi menolak membeberkan sejauh apa kajian tersebut dilakukan.
Riyadi berdalih, ini lantaran Delta merupakan perusahaan terbuka yang kajiannya berkaitan dengan mekanisme pasar modal. Mekanisme ini, lanjutnya, tidak bisa dibeberkan ke publik.
Kantor DPRD DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Anies sendiri pernah mengatakan bahwa target selesainya proses kajian untuk pelepasan saham perusahaan bir tersebut bakal rampung pada Maret 2019. "Prosesnya masih kajian, mudah mudahan Maret sudah selesai," kata Anies di Gedung Bank Indonesia, Rabu (2/1).
Sejauh ini, DPRD DKI belum menanggapi soal tudingan Anies mengenai penjualan saham perusahaan bir ini.
[Gambas:Video CNN] (ani/arh)
Minuman produksi Delta Djakarta.
Kantor DPRD DKI Jakarta. (