Hal itu ia katakan untuk merespon hasil survei LSI Denny JA yang menyatakan Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan selisih 28 persen.
"Iya menang [makin dekat], Insyallah. Insyallah, Insyallah," kata Ma'ruf saat ditemui di kediamannya, Menteng, Jakarta, Selasa (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ma'ruf Amin: Jangan Ada Hoaks di Antara Kita |
Sebab, kata dia, perpaduan antara corak kepemimpinan nasionalis dan Islam sangat cocok untuk membangun Indonesia ke arah yang lebih baik.
"Kepemimpinan nasional yang kita bangun ini Pak Jokowi dengan saya, itu memang kepempinan yang diharapkan oleh sebagian besar bangsa Indonesia. Ini merupakan pilar bangsa. Nah saya kira masyarakat memahami betul itu," kata dia.
Lebih lanjut, Ma'ruf menyinggung soal kekalahan Jokowi-Jusuf Kalla dari pasangan Prabowo-Hatta Rajasa di Aceh pada Pilpres 2014 silam.
Menurut Ma'ruf, kondisi itu telah berbalik pada Pilpres 2019 ini. Ia optimistik bahwa Jokowi dan dirinya akan unggul di provinsi yang berjuluk 'Serambi Mekah' pada pencoblosan 17 April 2019 nanti.
"Iya saya kira dulu memang Pak Jokowi kalah (di Aceh) tetapi saya punya keyakinan sekarang ini bisa kita menangkan di sana," kata dia.
Lebih lanjut, Ma'ruf menyatakan sikap optimistik itu unggul di Aceh itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, Jokowi telah berkontribusi besar bagi masyarakat Aceh selama menjabat sebagai presiden.
"Berbagai fasilitas pemerintah baik yang sifatnya pembangunan, infrastruktur juga pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan yang lain masif dilakukan," kata Ma'ruf.
[Gambas:Video CNN]
(rzr/agr)