CEO sekaligus Founder PolMark Eep Saefulloh Fatah, dalam keterangan tertulisnya, memaparkan sejumlah dasar pertimbangan responden dalam memilih partai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertimbangan kedua terbanyak dalam memilih parpol adalah faktor memihak dan membela kemajemukan (75,3 persen). Rinciannya, pemilih di wilayah Sumatera menyumbang 81,3 persen untuk kategori ini, pemilih di Jawa 74,7, dan wilayah lainnya 69,8 persen.
Secara keseluruhan, survei PolMark Indonesia menyebut sejumlah parpol yang berpotensi lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen.
Yakni, PDIP (Jawa 32,9 persen, Sumatera 20,2 persen, dan wilayah lainnya 22 persen), Partai Gerindra (13,7 persen, 16,7 persen, 13 persen), Partai Golkar (10,3 persen, 17,5 persen, 19,6 persen), PKB (15,7 persen, 4,5 persen, dan 4 persen).
Sisanya, menurut keterangan tertulis PolMark Indonesia, "berkemungkinan gagal melampaui ambang batas parlemen".
Survei ini berlangsung pada 7 Oktober 2018 hingga 12 Februari 2019 di 73 daerah pemilihan dan melibatkan 32.560 orang responden. Survei ini merupakan hasil kerja sama dengan Partai Amanat Nasional (PAN).
[Gambas:Video CNN] (arh/gil)