Menurut dia, Jokowi telah menghitung total dana yang dibutuhkan untuk program Kartu Indonesia Prakerja dimaksud.
"Saya kira tidak [akan meningkatkan jumlah utang]," kata Ace di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Jumat (8/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Skema APBN pun itu bisa diambil untuk kepentingan itu. Yang kedua itu yang saya katakan bahwa ini juga bisa kerja sama dengan pihak swasta dengan dunia industri," ucap Ace.
Menurut dia, semua program di kementerian itu akan disempurnakan lewat Kartu Indonesia Prakerja demi mengembangkan sumber daya manusia yang siap pakai dan mampu bersaing di kancah internasional.
"Kalau kita tidak ada upaya seperti itu bisa-bisa nanti kita akan ketinggalan dengan negara-negara lain," ucap politisi Golkar itu.
Sebelumnya Jokowi menyatakan bakal meluncurkan kartu pra-kerja bagi warga yang belum mendapat pekerjaan dan korban PHK.
Jokowi menjelaskan kartu tersebut digunakan untuk meningkatkan keterampilan bagi masyarakat yang belum bekerja, yang berstatus sebagai pekerja, serta yang akan berganti pekerjaan.
Menanggapi rencana Jokowi itu, Wapres Jusuf Kalla tak menampik bahwa pembagian Kartu Indonesia Prakerja membutuhkan anggaran yang besar. Kata dia, program kartu itu baru dapat dijalankan pada tahun anggaran 2020.
"Butuh anggaran besar. Nanti kalau ada pembahasan anggaran tahun 2020 baru kita tahu, yang jelas tahun ini belum," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (5/3). (mts/osc)