Prabowo mengatakan itu saat menyinggung porsi dirinya diliput di televisi. Kata Prabowo, stasiun televisi saat ini telah berubah. Dia mengaku lebih sering diliput dibanding masa sebelumnya.
Mantan Danjen Kopassus ini menduga porsi liputan televisi kepada dirinya yang mulai membaik karena ada arus kuat kepada dirinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara survei Alvara Research Center periode 11-24 Desember 2018 menemukan elektabilitas Prabowo-Sandi 35,1 persen.
Terbaru, survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mencatat elektabilitas Prabowo-Sandi hanya 30,9 persen.
Prabowo menyamakan hasil survei saat ini dengan apa yang terjadi di DKI Jakarta pada 2017 lalu saat pilkada.
Saat itu hampir semua survei mengunggulkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, namun saat pencoblosan tiba pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno keluar sebagai pemenang.
Itu, kata dia, tercermin salah satunya dari istilah-istilah yang biasa digunakan, kini sudah populer di tengah masyarakat.
"Kalau ketemu saya tadi juga di jalan saya pulang dari PERSIS, saya ke Masjid Kauman. Rakyat 'selamatkan Indonesia'. Jadi rakyat merasa bahwa bangsanya harus diselamatkan. Ada yang bahkan 'Pak, Indonesia menang, pak. Indonesia menang'," ujar Prabowo.
[Gambas:Video CNN] (tst/wis)