Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul, Edi Basuki, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir dan tanah longsor yang menerjang empat kecamatan tersebut.
Meski begitu, BPBD mengimbau warga di sekitar aliran Sungai Oya untuk selalu memantau perkembangan debit air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasar data BPBD Gunung Kidul, ada 104 Kepala Keluarga (KK) di empat kecamatan terdampak longsor dan banjir. Rincian tanah longsor terjadi di 27 titik sedangkan 63 rumah yang terendam banjir.
Lihat juga:BMKG Waspadai Cuaca ekstrem di Jatim |
Akibat banjir dan longsor, setidaknya 60 KK mengungsi.
Sementara di Padukuhan Krinjing, Desa Mertelu Kecamatan Gedangsari, satu ekor sapi dan 13 ekor ayam milik salah satu warga bernama Sumpono dinyatakan hanyut terbawa luapan sungai.
Selain mengungsi di balai padukuhan dan rumah toko, warga terdampak banjir dan tanah longsor juga mengungsi di kerabat mereka. Hingga kini BPBD bersama petugas gabungan masih terus melakukan pendataan di empat kecamatan terdampak.
[Gambas:Video CNN] (stu)