"Sekarang udah sadar," kata VP Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa di lokasi kejadian anjloknya KRL, Kebon Pedas, Tanah Sereal, Bogor, Minggu (10/3).
Eva menjelaskan masinis di rawat dikarenakan khawatir terkena benturan saat insiden anjlok kereta terjadi. Kendati demikian, Eva memastikan kondisi masinis telah berangsur membaik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait kondisi masinis, pihak RS Salak Kota Bogor membenarkan bahwa pihaknya melakukan perawatan terhadap sang masinis.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) juga telah menjenguk Yakub. Kendati demikian, Budi belum dapat berkomunikasi dengan yang bersangkutan.
"Dokter bilang belum bisa diajak bicara. Semoga semua penumpang yang mengalami luka-luka bisa pulih dengan cepat," ujar Menhub.
Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino |
Menhub memastikan semua biaya perawatan penumpang akan ditanggung sepenuhnya oleh PT KAI dan Kemenhub. Lebih lanjut, Menhub menjelaskan, hingga saat ini penyebab anjloknya KRL masih dalam tahap identifikasi. Sehingga masih belum dapat menyampaikan kepastian penyebabnya.
Peristiwa nahas tergulingnya KRL relasi Jakarta-Bogor di perlintasan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, terjadi pada Minggu (10/3), sekitar pukul 10.00 WIB. Kereta melaju dari arah Jakarta ke Bogor, tiba-tiba mengalami anjlok.
Hingga berita ini dilaporkan tidak ada korban jiwa dan belum ada data pasti dari pihak KRL.
[Gambas:Video CNN]
(sas/ain)
Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino