Rachmawati yang hadir bersama sejumlah perwakilan pimpinan parpol koalisi pendukung Prabowo-Sandi menyampaikan sambutan sambil duduk di kursi roda.
"Pada tanggal 17 April 2019 adalah tahun penentuan. Kita harus waspada dan bekerja keras untuk memenangkan Prabowo-Sandi," kata putri Proklamator RI tersebut seperti dikutip Antara dalam acara apel akbar dan pembekalan caleg parpol koalisi pendukung Prabowo-Sandi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan hanya sembako yang kita impor, melainkan orangnya juga diimpor. Ini artinya penjajahan gaya baru, utang kita sangat besar, setiap kepala dibebani Rp15 juta per orang, uang kita juga sudah dibawa ke luar negeri," katanya.
Sembako impor yang disinggung Rachmawati berkaitan dengan kebijakan pemerintahan Jokowi yang sempat menuai kontroversi seperti ketika impor beras Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendapat jawaban keras dari Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso yang menyatakan stok beras dalam negeri aman.
Rachmawati berharap bangsa Indonesia tidak membiarkan diri dijajah karena bangsa Indonesia sudah merdeka dari penjajahan asing.
Ia juga mengajak pendukung, simpatisan, dan para sukarelawan Prabowo-Sandi agar siap menjadi saksi di TPS masing-masing wilayahnya guna mengantisipasi kecurangan.
"Jangan sampai ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Kita harus waspadai semua dan tetap harus menjaga ketertiban, keamanan, serta persatuan dan kesatuan," katanya.