KPU Coret 370 Nama Teridentifikasi WNA di DPT

CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 17:35 WIB
KPU Coret 370 Nama Teridentifikasi WNA di DPT Ilustrasi Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT). KPU memastikan telah mencoret 370 nama WNA dalam DPT Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan telah mencoret 370 nama warga negara asing (WNA) yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Upaya bersih-bersih digencarkan usai KPU 'kecolongan' ada nomor induk kependudukan (NIK) warga China bernama Guohui Chen di DPT Pemilu 2019.

"Iya yang dicoret 370, update sampai kemarin malam," kata Viryan saat dihubungi, Rabu (13/3).

Viryan merinci data tersebut berdasarkan daerah tinggal WNA. Jawa Barat, kata dia, jadi yang terbanyak dengan 86 orang. Lalu DKI Jakarta 76 orang, Bali 74 orang, Jawa Timur 41 orang, dan Jawa Tengah 31 orang.


Kemudian ada juga sejumlah WNA terdata di Yogyakarta sebanyak 24 orang, Banten 14 orang, NTB 6 orang, dan Sulawesi Barat 3 orang. Lalu masing-masing ada 2 orang dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, dan NTT.


Sementara dari Jambi, Kalimantan Selatan, Bangka Belitung, Lampung, dan Sulawesi Selatan masing-masing 1 orang. "Hasil kerja tim teknis KPU, Bawaslu dan Dukcapil," ujar Viryan.

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan gambar e-KTP WNA asal China Guohui Chen. Salah satu warganet mengecek NIK di e-KTP tersebut dan menemukannya di DPT Pemilu 2019. KPU mengakui ada salah input data. Sebab NIK Chen terdaftar atas nama Bahar, wargq Cianjur. Selama ini Bahar menggunakan hak pilih di berbagai pemilihan.

Seperti diketahui, usai ramai tudingan DPT Pemilu 2019 'disusupi' WN asing, KPU membentuk tim gabungan yang terdiri dari KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. KPU juga memastikan masyarakat dapat melaporkan keberadaan WNA dalam DPT lewat akun WhatsApp di nomor 082123535232 atau mengunjungi www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id. Kanal pengaduan tersebut bakal dibuka hingga sepekan hingga Kamis (14/3).


Kisruh DPT disusupi WNA juga mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Salah satunya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang meminta kepada umat Islam agar memastikan diri terdaftar di DPT. Menurut dia, itu penting agar WNA tidak menggunakan hak pilih yang dimiliki umat Islam.

"Habib Rizieq mendorong agar umat Islam memastikan dirinya terdaftar di dalam DPT. Jangan sampai justru NIK dan DPT-nya digunakan oleh WNA," tutur Munarman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (11/3).

[Gambas:Video CNN] (dhf/ain)