Namun demikian, Argo menyebut personel pengamanan yang diterjunkan masih akan sama dengan debat-debat sebelumnya, yakni personel Polri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta pengamanan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
"Untuk jumlah personel masih kita hitung, tetapi tidak jauh berbeda dengan pengamanan sebelumnya," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, pada debat kedua yang berlangsung di Hotel Sultan pada 17 Februari lalu, terjadi insiden ledakan petasan di area nonton bareng di Parkir Timur Senayan.
Lebih lanjut, Argo mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pendukung masing-masing calon untuk ikut serta dalam menjaga ketertiban dan kelancaran jalannya debat ketiga tersebut. Ia juga mengimbau kepada para pendukung untuk mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.
"Hal-hal yang dilarang yang tidak diperbolehkan itu tidak dilakukan kan gitu, misalnya bawa sajam dan sebagainya," ujar dia.
Ledakan terjadi pada Minggu (17/2) di Parkir Timur Senayan pada saat berlangsungnya debat pilpres putaran kedua yang mempertemukan capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Ledakan terjadi sekitar radius 100 meter dari lokasi nobar pendukung paslon nomor urut 1, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Pada Minggu (17/3) mendatang, debat Pilpres 2019 akan kembali digelar di Hotel Sultan. Debat kali ini, hanya akan mempertemukan masing-masing cawapres saja, yakni Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. Tema yang diangkat dalam debat ketiga tersebut adalah pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, dan sosial budaya.
[Gambas:Video CNN] (dis/ain)