Pengamat Politik dari Kedai Kopi, Hendri Satrio meminta dalam debat ini Ma'ruf yang memiliki gelar sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus kiai menanggalkan atribut keagamaannya. Lantaran, kata dia, banyak pemikiran bahwa omongan atau ucapan ulama tak bisa dibantah atau didebat.
Pemikiran tersebut, kata Hendri, akan menyulitkan Sandi yang memang akan melawan Ma'ruf di debat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Henrdri kemudian menyebut jika Ma'ruf tak juga menanggalkan identitasnya sebagai ulama, maka debat tersebut tak akan berimbang. Sebab Sandi sendiri posisinya sebagai politikus, sedangkan Ma'ruf posisi sebagai ulama yang memang tak pantas dilawan dalam debat.
"Apa yang dilakukan Sandi bila Pak Ma'ruf sudah mengeluarkan kata-kata. Misalnya tentang pendidikan, kiai Ma'ruf bilang pendidikan adalah a , b, c, d, e, mau tidak mau Sandi akan Dawuh Kyai. Yasudah selesai," katanya.
Dia pun bersikukuh agar Ma'ruf mau melepaskan 'jaket' kiainya untuk debat ketiga nanti.
"Enggak maksud saya, alangkah baiknya kalau besok kita mau melihat debat seru. Kiai Ma'ruf harus mau melepas jaket ulamanya," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (tst/dal)