Wiranto Sebut TNI-Polri Sudah Gelar Pasukan Jelang Kampanye

CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 00:45 WIB
Wiranto Sebut TNI-Polri Sudah Gelar Pasukan Jelang Kampanye Menko Polhukam Wiranto menyatakan Polri dan TNI sudah menggelar pasukan yang cukup untuk mengamankan kampanye terbuka Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menko Polhukam Wiranto menyatakan Polri dan TNI sudah menggelar pasukan yang cukup untuk mengamankan kampanye terbuka Pemilu 2019 yang berlangsung pada 23 Maret-13 April 2019.

Hal itu disampaikan usai rapat koordinasi khusus antarpihak terkait untuk mengamankan kampanye terbuka Pemilu 2019 di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (14/3).

Menurutnya, gelar pasukan itu diyakini dapat mencegah terjadinya gesekan atau konflik antarpendukung peserta Pemilu 2019.


"TNI-Polri sudah menggelar pasukan yang cukup untuk dapat mencegah terjadinya gesekan-gesekan massa yang kemudian mengakibatkan konflik," ujar Wiranto.


Wiranto mengatakan rasio personel yang disiapkan Polri dan TNI untuk mengamankan pemilu diyakini cukup untuk mencegah terjadinya kemungkinan gangguan keamanan.

Akan tetapi, Wiranto tak menyebut jumlah personel yang disiapkan oleh TNI dan Polri di sisa waktu menuju pencoblosan pada 17 April 2019.

Meski sudah ada gelar pasukan, Wiranto meminta partai politik hingga relawan di tingkat pusat dan daerah untuk turut serta mencegah terjadinya konflik.


Ia mengatakan keamanan dalam pemilu bukan hanya tanggung jawab pemangku kepentingan penyelenggara pemilu dan pemerintah.

"(Keamanan) betul-betul kerja bersama antara masyarakat, pemilih, parpol, kontestan, dan timnya untuk bersama-sama mematuhi apa yang telah ditentukan oleh penyelenggara pemilu," ujarnya.

Di sisi lain, Wiranto menyampaikan KPU dan Bawaslu sudah membuat zonasi kampanye terbuka. Menurutnya, zonasi itu di buat agar kampanye terbuka yang dilakukan oleh seluruh kontestan tidak berada di satu lokasi dan waktu yang sama.

"Sehingga tidak dimungkinkan adanya tabrakan massa yang sedang berkampanye yang mendukung kontestan-kontestan itu, baik capres-cawapres maupun caleg-caleg itu," ujar Wiranto.

Wiranto menyatakan kerusuhan besar tidak akan terjadi menjelang dan usai Pemilu 2019. Hal itu menanggapi isu yang menyebut akan terjadi kerusuhan sebelum dan sesudah pemilu.

[Gambas:Video CNN] (jps/pmg)