Diketahui Agum dalam sebuah diskusi yang direkam dan diunggah oleh Ulin Ni'am Yusron di akun Facebooknya, Senin (11/3), menyebut SBY merupakan salah satu anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang ikut menandatangani pemecatan Prabowo Subianto terkait penculikan aktivis 98. Namun, pada Pilpres 2019 SBY bersama Demokrat justru menjadi pendukung Prabowo.
"Saya juga meyakini, bahwa meskipun sebagai anggota Wantimpres mungkin Pak Agum Gumelar sangat dekat dengan Pak Jokowi, salah satu capres kita, belum tentu kata-kata Pak Agum itu sepengetahuan atau apalagi atas permintaan Pak Jokowi," ujar SBY dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (15/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demokrat sendiri diketahui baru memutuskan merapat ke koalisi pengusung Prabowo-Sandi pada menit-menit akhir sebelum pendaftaran capres-cawapres, 10 Agustus 2018 lalu.
"Jika tahu, tak akan berkata begitu. Kecuali kalau Pak Agum memang tidak suka dan benci dengan saya," ucapnya.
[Gambas:Video CNN] (osc)