"Jebakan itu kan berarti ada orang KPK yang pura-pura menjebak beliau. Tidak ada. Pertemuan itu semua antara teman-teman beliau sendiri," ucap Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarief, dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (16/3).
Pertemuan yang dimaksud adalah antara Romi dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi. Pertemuan mereka diduga bagian dari upaya Haris dan Muafaq agar lolos seleksi jabatan yang dilelang oleh Kemenag.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan ini terjadi pada Jumat (15/3) kemarin, saat KPK memutuskan menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap mereka. Dari pertemuan itu, Muafaq hendak menyetor uang Rp50 juta kepada Romi untuk meloloskan dirinya dalam lelang jabatan.
[Gambas:Video CNN]
"Ini bukan soal enggak sengaja ketemu di hotel atau alasan bertemu di hotel untuk silaturahmi saja. Tapi sejak awal sudah ada komunikasi komitmen untuk rencana penyerahan uang dan juga pengisian jabatan," ujar Febri.
Dalam kasus ini Romi, Haris, dan Muafaq ditetapkan sebagai tersangka. Romi diduga sebagai pihak penerima suap dan dua nama lain diduga sebagai pemberi suap. Dengan status barunya itu, Romi ditahan di Rutan Cabang di belakang Gedung KPK (K4), Haris di Rutan Cabang KPK (C1) dan Muafaq di Pomdam Jaya Guntur.
Sebelum Romi dibawa menuju rumah tahanan pada siang tadi, Romi sempat membagikan surat kepada pewarta. Dalam surat itu, ia berdalih sudah dijebak. Romi juga menyampaikan bahwa ia berada di hotel untuk memenuhi undangan silaturahmi belaka.