Apel Kebangsaan Rp18 M, Fadli Sebut Ganjar Kurang Akal Sehat

sur, CNN Indonesia | Minggu, 17/03/2019 18:43 WIB
Apel Kebangsaan Rp18 M, Fadli Sebut Ganjar Kurang Akal Sehat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pemimpin yang tak punya akal sehat. Kritik pedas itu dilontarkan setelah Ganjar kukuh menggelar Apel Kebangsaan di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Minggu (17/3), yang menghabiskan biaya sekitar Rp18 miliar.

Fadli mengkritik acara itu karena digelar di tengah kondisi masyarakat yang menurutnya masih miskin.

"Apel Kebangsaan @ganjarpranowo 18 M di tengah kemiskinan. Inilah klu gubernur kurang berakal sehat," kata Fadli di akun twitternya hari ini.


Gubernur Ganjar pagi tadi menggelar Apel Kebangsaan yang turut mengundang Maimun Zubair alias Mbah Moen, Habib Lutfie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubyatmoko dan tokoh lintas agama yang lain.

Sementara itu politikus Partai Demokrat, Andi Arief menyatakan Apel Kebangsaan tak akan menjadi persoalan bila tak menggunakan uang rakyat.

"Uang 18 milyar itu mungkin saja bisa beli mobil camry banyak. Soal harga camry tanya aja Profesor itu. Tapi ini bukan soal camry, ini soal uang rakyat dalam APBD," ujar Andi.


Pelaksanaan Apel Kebangsaan telah menuai banyak kritik bahkan sebelum acara digelar. Kritik datang dari dari tokoh politik maupun masyarakat biasa. 

Mereka mengkritik acara itu karena menghabiskan biaya hingga Rp18 miliar. Sebagian yang mengkritik menyebut acara tersebut hanya menghabiskan uang negara.

Apel Kebangsaan Rp18 M, Fadli Sebut Ganjar Tak Berakal SehatWakil Ketua Gerindra Fadli Zon. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Di tengah kritik itu Ganjar menyatakan pengadaan anggaran acara sudah sesuai prosedur yang berlaku.

"Kami sangat transparan, maka siapapun bisa melihat. Soal tidak sepakat dengan jumlah 'monggo', tapi kami harus menghadirkan seluruh masyarakat di Jawa Tengah," kata Ganjar di Semarang, Jumat (15/3) malam, dikutip Antara.

Politikus PDI Perjuangan ini juga menepis kemungkinan korupsi akibat anggaran yang besar. Dia memastikan akan mengelola anggaran tersebut secara transparan kepada publik.

"Kalau kami mau sembunyi sembunyi, enggak. Kami buka kok, makanya semua orang bisa buka, itu hebatnya (transparansi) Jawa Tengah," ujarnya.

(wis)