Fadli mengkritik acara itu karena digelar di tengah kondisi masyarakat yang menurutnya masih miskin.
"Apel Kebangsaan @ganjarpranowo 18 M di tengah kemiskinan. Inilah klu gubernur kurang berakal sehat," kata Fadli di akun twitternya hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur Ganjar pagi tadi menggelar Apel Kebangsaan yang turut mengundang Maimun Zubair alias Mbah Moen, Habib Lutfie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubyatmoko dan tokoh lintas agama yang lain.
Sementara itu politikus Partai Demokrat, Andi Arief menyatakan Apel Kebangsaan tak akan menjadi persoalan bila tak menggunakan uang rakyat.
[Gambas:Twitter]
Pelaksanaan Apel Kebangsaan telah menuai banyak kritik bahkan sebelum acara digelar. Kritik datang dari dari tokoh politik maupun masyarakat biasa.
Mereka mengkritik acara itu karena menghabiskan biaya hingga Rp18 miliar. Sebagian yang mengkritik menyebut acara tersebut hanya menghabiskan uang negara.
Wakil Ketua Gerindra Fadli Zon. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
Politikus PDI Perjuangan ini juga menepis kemungkinan korupsi akibat anggaran yang besar. Dia memastikan akan mengelola anggaran tersebut secara transparan kepada publik.
"Kalau kami mau sembunyi sembunyi, enggak. Kami buka kok, makanya semua orang bisa buka, itu hebatnya (transparansi) Jawa Tengah," ujarnya.
(wis)
Wakil Ketua Gerindra Fadli Zon. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)