"Jarak perolehan suara antara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno dalam pertarungan pemilihan Presiden 2019-2024 semakin melebar hingga melampaui 25 persen," kata Direktur SMRC Djayadi Hanan di Jakarta, Minggu (17/3) dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dyayadi mengatakan perolehan suara Jokowi-Ma'ruf itu meningkat dari hasil survei Januari lalu. Kala itu, responden yang mendukung Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,9 persen, dan Prabowo-Sandiaga 32,1 persen, atau dengan margin 22,8 persen.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
"Dalam survei ini, SMRC menemukan bahwa 71 persen responden mengaku sangat atau cukup puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Sebanyak 66 persen responden percaya Jokowi mampu memimpin bangsa," kata Djayadi.
Survei juga merekam kepuasan responden atas kebijakan pemerintah dalam sektor-sektor sosial, ekonomi dan keamanan seperti kesehatan, penanggulangan narkoba, ancaman teroris, hingga pembangunan insfrastruktur dan pengendalian nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Lebih jauh terkait penyelenggaraan debat pilpres, kata Djayadi, publik menilai Jokowi lebih baik dari Prabowo.
"Lebih dari 61 persen menganggap Jokowi lebih baik di debat kedua, sementara hanya 29 persen yang menilai Prabowo lebih baik," katanya.
Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
CEO sekaligus Founder PolMark Eep Saefulloh Fatah menyebut posisi Jokowi-Ma'ruf belum benar-benar aman karena belum melampaui angka 50 persen.
[Gambas:Video CNN] (arh)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. (