Diketahui sebelumnya, Bawaslu menemukan ada 2.400 surat suara yang seharusnya dikirim ke Tawau, Malaysia dan Manila, Filipina malah dikirim ke Hong Kong.
"Kita sudah kita minta untuk melakukan penarikan dan didistribusikan kembali sesuai alamat tujuan awal," kata Arief saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
"Kami sudah meminta revisi terkait untuk mengecek kejadian itu dan mereka sudah memberikan laporan termasuk tindakan yang akan diambil," kata dia.
"Karena kita sudah minta, sejak dia [surat suara] dilipat itu sudah diketahui dia akan di wilayah mana, bahkan ketika dimasukkan dalam kardus, kardusnya juga kita minta diidentifikasi," kata dia.
Arief menyatakan belum mengetahui secara pasti pihak mana yang melakukan kesalahan pengiriman tersebut. Ia hanya menjamin pihaknya akan menyelesaikan persoalan tersebut agar tak mengganggu proses penyelenggaraan pemilu.
"Kalau saya prinsipnya anda harus selesaikan pada tanggal sekian ini harus terkirim ke tempat tujuan yang sebenarnya," kata dia
Sebelumnya, Anggota Bawaslu Mochamad Afifuddin mengatakan akan menyurati KPU terkait temuan 2.400 surat suara 'nyasar' ke Hong Kong.
"Ada surat suara salah kirim, yang mestinya ke Tawau, Malaysia dan ke Manila, Filipina dikirim ke Hong Kong. Sudah kita jadikan temuan untuk ditindaklanjuti," tutur Afif di Badung, Bali, Sabtu (16/3). (rzr/ain)
