Informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, penembakan tersebut terjadi Sabtu (16/3) dini hari usai pesta joget yang diselenggarakan warga desa. Saat pesta, sempat terjadi cekcok antarpemuda yang telah dipengaruhi minuman keras.
Menurut saksi mata Joesnan Lessy, pesta kemudian dibubarkan lantaran cekcok tersebut. Tak lama setelahnya, empat anggota Brimob berseragam dan bersenjata lengkap mendatangi rumah Joesnan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komandan Satuan Brimob Polda Malut Kombes (Pol) Budi Satrijo dalam konferensi pers Senin (18/3) membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, keempat anggota tersebut, yakni Brigpol WS, Brigpol A, Briptu F dan Bharatu M telah ditarik dari lokasi tugasnya. Keempatnya saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh Propam di Polres Halmahera Selatan. "Kami juga telah menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan langsung," tuturnya.
"Dan mengapa harus ada peluru tajam, padahal dalam magasin ada peluru hampa dan karet juga. Itulah kelalaian anggota. Tapi prinsipnya sebagai Dansat Brimob, saya yang bertanggungjawab. Yang salah adalah saya sebagai Dansat," ujarnya.
Sementara Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendri Badar menegaskan, Kapolda Maluku Utara Brigjen (Pol) Suroto telah berkomitmen memproses kasus tersebut secara terbuka. Dia menjamin tak ada tebang pilih dalam proses tersebut.
"Siapapun yang terlibat dalam kasus ini akan diproses, termasuk anggota. Makanya tim dari Propam Polda dan Propam dari Polres Halsel dan anggota Reskrim sudah turun melakukan investigasi," tegas Hendri. (age)