DPRD DKI Usulkan Tarif LRT dan MRT Gratis bagi Warga Jakarta

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 14:23 WIB
DPRD DKI Usulkan Tarif LRT dan MRT Gratis bagi Warga Jakarta Kereta LRT dengan rute Kelapa Gading-Velodrome beroperasi pada Maret 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengusulkan agar tarif Light Rail Transit (LRT) dan Moda Raya Terpadu (MRT) bisa digratiskan pada tahun pertama penggunaan. Namun tarif gratis ini hanya diperuntukkan bagi warga Jakarta saja.

Ida mengatakan pembebasan biaya ini menyusul rute LRT yang baru sepanjang 5,8 kilometer dan MRT yang masih 14,98 kilometer.

"Jadi Komisi B sepakat untuk digratiskan. Itu rute baru 5,8 kilo tapi sudah bayar Rp6 ribu. Nanti kita bicarakan tarif lagi sambil menunggu tahap kedua," kata Ida di Rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (19/3).


Ida mengatakan komisi B khawatir jika menetapkan tarif tinggi dengan jarak yang pendek maka akan sepi penumpang. Jika nanti rute LRT Fase II sudah berjalan DPRD dan DKI bisa menghitung kembali tarif yang perlu dikenakan. Begitu pula dengan fase II MRT yang juga bakal dilanjutkan.

"Sambil menunggu tahap kedua nanti kita evaluasi berapa tiket yang harus dibayar warga. Ini sambil menunggu perjalanan panjangnya," ucap dia.

Namun, Ida mencatat bahwa tarif gratis ini hanya bagi warga yang memiliki KTP DKI Jakarta. Sebab subsidi yang dikeluarkan merupakan anggaran dari kocek DKI sendiri.

Terkait anggaran, Ida juga mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tidak mubazir dalam menentukan subsidi. Hal ini menyusul subsidi program Jak Lingko DKI sebelumnya yang disebut belum optimal.

"OK OTrip Jak Lingko subsidinya sebesar Rp1,2 triliun tapi ternyata yang menikmati tidak hanya DKI Jakarta. Saya harap konsepnya adalah yang menikmati warga DKI Jakarta," ujar dia.

Terakhir, Ida mengatakan pemerintah perlu memperhitungkan potensi komersil yang bakal diperoleh DKI. Angka ini bisa jadi modal pemasukan khususnya dari LRT.

Diketahui ada dua skema tarif yang diajukan oleh LRT yakni Rp6.000 per kilometer dan Rp7.300 per kilometer. Jika tarif yang ditetapkan Rp6.000 per kilometer, maka jumlah subsidi yang diperlukan sekitar Rp169 miliar. Dan jika tarif dikenakan Rp7.300 maka subsidi yang dikenakan sebanyak Rp163 miliar.

Fase pertama LRT melayani rute Kelapa Gading-Velodrome. LRT memprediksi penumpang selama tahun 2019 sebanyak 14 ribu orang.

Sementara untuk tarif MRT yang diusulkan ialah Rp10 ribu per kilometer dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI. Namun hingga kini angka Rp10 ribu belum disetujui oleh DPRD DKI. Padahal, peresmian MRT oleh Presiden Joko Widodo bakal dilakukan pada 24 Maret 2019. (ctr/osc)