Ida mengatakan pembebasan biaya ini menyusul rute LRT yang baru sepanjang 5,8 kilometer dan MRT yang masih 14,98 kilometer.
"Jadi Komisi B sepakat untuk digratiskan. Itu rute baru 5,8 kilo tapi sudah bayar Rp6 ribu. Nanti kita bicarakan tarif lagi sambil menunggu tahap kedua," kata Ida di Rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (19/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait anggaran, Ida juga mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tidak mubazir dalam menentukan subsidi. Hal ini menyusul subsidi program Jak Lingko DKI sebelumnya yang disebut belum optimal.
"OK OTrip Jak Lingko subsidinya sebesar Rp1,2 triliun tapi ternyata yang menikmati tidak hanya DKI Jakarta. Saya harap konsepnya adalah yang menikmati warga DKI Jakarta," ujar dia.
Terakhir, Ida mengatakan pemerintah perlu memperhitungkan potensi komersil yang bakal diperoleh DKI. Angka ini bisa jadi modal pemasukan khususnya dari LRT.
Fase pertama LRT melayani rute Kelapa Gading-Velodrome. LRT memprediksi penumpang selama tahun 2019 sebanyak 14 ribu orang.
Sementara untuk tarif MRT yang diusulkan ialah Rp10 ribu per kilometer dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI. Namun hingga kini angka Rp10 ribu belum disetujui oleh DPRD DKI. Padahal, peresmian MRT oleh Presiden Joko Widodo bakal dilakukan pada 24 Maret 2019. (ctr/osc)