"Secara teknis bisa karena ada chip-nya, tapi mungkin teknologi masih kurang, belum cepat. Jadi ya e-KTP saja masih ketinggalan, apalagi mau diisi segala macam di situ," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (19/3).
Sandi dalam debat cawapres Minggu (17/3) lalu menyatakan bahwa untuk melayani berbagai program pemerintah cukup menggunakan satu kartu berupa e-KTP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang tinggal di desa-desa jauh itu mestinya bisa pakai undangan atau yang lain sesuai aturan yang ada," ucap JK.
Sandi sebelumnya menyatakan bahwa e-KTP merupakan kartu super canggih karena sudah memiliki chip dan teknologi sesuai Revolusi Industri 4.0. Menurutnya, semua layanan mestinya bisa terlayani hanya dengan e-KTP.
Pernyataan ini sekaligus menyindir program kartu capres petahana Joko Widodo yang memamerkan sejumlah kartu, yakni KIP Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Prakerja.