Untuk kelompok pertama terdiri dari empat orang, yang salah satunya merupakan Ali Kalora. Sedangkan untuk kelompok kedua terdiri dari enam orang.
"Ali Kalora berempat bersama dengan 3 temannya," kata Dedi di Mabes Polri, Selasa (19/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari informasi masyarakat, sambung Dedi, diduga enam orang yang terpisah adalah G alias Anas, G alias Naek atau Muklas, dan A. Sedangkan untuk tiga lainnya adalah teroris jaringan MIT yang identitasnya tidak diketahui masyarakat. Mereka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Mereka sudah tidak bisa kontak lagi karena mungkin terpisah agak jauh, komunikasinya terbatas," ujar Dedi.
Selain itu, sambung Dedi, enam anggota kelompok Ali Kalora tersebut juga mengancam warga. Ancaman itu dilakukan untuk mencari perbekalan guna memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
"Mengancam warga untuk minta tambahan perbekalan beras kemudian juga jerigen berisi air, dan kemudian meminta dibelikan garam, sepatu, dan tas, karena (warga) takut (maka) dipenuhi," tuturnya.