Yairus mengatakan saat ini sejumlah pengungsi belum kembali ke Nduga. Sebagian adalah anak-anak sekolah yang sementara berada di Jayawijaya. Dia menambahkan pemerintah Nduga, pihak gereja dan sekolah berusaha melobi untuk bertemu presiden terkait pengungsi.
"Setelah jawaban presiden seperti apa, lalu akan putuskan mereka (anak-anak pengungsi) tetap sekolah di sini atau akan kembali ke Nduga," kata Yairus di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, dikutip Antara, Rabu (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden setuju atau tidak setuju kita akan sesuaikan setelah kita mengetahui presiden maunya seperti apa, kita mengikuti," ujarnya.
"Ujian sudah dimulai, jadi kita tidak minta pindahkan lagi. Tetap lanjutkan ujian di sini," katanya.
Ilustrasi prajurit TNI. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra) |
"Jadi fasilitas sekolahnya kami siapkan, tinggal guru dan murid dari Nduga menggunakan sekolah ini," ujarnya.
Jhon mengatakan penggunaan sekolah itu akan dibagi waktunya. Siswa dan guru dari Jayawijaya akan menggunakan sekolah dari pagi hingga siang hari. Setelah mereka pulang, siswa dan guru pengungsi dari Nduga menggunakan sekolah tersebut untuk kegiatan belajar mengajar.
Rentetan peristiwa kontak senjata yang terjadi di Nduga, antara aparat dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) membuat masyarakat setempat trauma. Dilaporkan ada lebih dari 2.000 warga Nduga memilih mengungsi.
Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua, Lenis Kagoya sempat meminta 600 prajurit TNI tambahan ditarik kembali dari Kabupaten Nduga. Dia menyampaikan usul tersebut kepada Presiden Joko Widodo.
Namun usulan itu dianggap tak logis oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Menurutnya, penugasan personel TNI di Papua, termasuk Nduga, untuk kepentingan keamanan nasional.
Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyari menilai pasukan TNI tak perlu ditarik dari wilayah Nduga, Papua. Menurutnya, tentara masih diperlukan untuk menjaga keamanan di Papua pada umumnya.
[Gambas:Video CNN] (antara/pmg)
Ilustrasi prajurit TNI. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)