Ia menyatakan segala ancaman terhadap penyelenggaraan pemilu tak bisa didiamkan. Wiranto meminta aparat tak ragu menindak karena sudah ada aturan hukum yang berlaku.
"Tindak tegas siapa pun, kegiatan apapun yang nyata-nyata mengganggu pelaksanaan pemilu," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhulam, Jakarta, Rabu (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rapat tersebut juga dihadiri oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Wakil Kepala BIN Letjen Teddy Lhaksmana, Ketua KPU Arief Budiman, dan Ketua Bawaslu Abhan.
"Hari kami lanjutkan konsolidasi untuk sukses pemilu dengan melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh pejabat yang berwenang masalah keamanan dan penyelenggara pemilu," ujar Wiranto.
Wiranto menuturkan tantangan bangsa saat ini lebih sulit di banding ketika masa kemerdekaan. Ia lantas menyitir perkataan Sukarno bahwa perjuangan generasi penerus lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.
Dari pernyataan itu, ia mengatakan semua pihak saat ini harus lebih berhati-hati. Wiranto berharap tidak ada konflik horizontal agar Indonesia tetap masuk sepuluh besar jajaran negara teraman di dunia.
Wiranto mengatakan pemilu serentak adalah sebuah tantangan karena baru kali ini diselenggarkan. Ia mengingatkan semua pihak agar menjalin kerja sama untuk menciptakan keamanan nasional.
Ia berharap pemilu harus disikapi sebagai ajang untuk memilih pemimpin dalam proses demokrasi. Menurutnya, pemilu tidak boleh disikapi dengan pertarungan antarpihak yang berlawanan.
"Sangat keliru jika pemilu ini diterjemahkan sebagai ajang untuk saling berhadapan," ujarnya.
Kampanye terbuka digelar pada 24 Maret hingga 13 April 2019. Sementara waktu pencoblosan dilaksanakan pada 17 April 2019.