"Ah enggak, itu enggak perlu dijelasin. Dia mesti paham, menteri masa enggak paham (soal naturalisasi sungai)," kata Taufik di DPRD DKI Jakarta, Rabu (20/3).
Taufik menyatakan sedianya naturalisasi 13 sungai yang berhubungan dengan Kali Ciliwung ialah urusan Pemerintah Pusat. Namun belakangan pemerintah pusat, menurut Taufik, malah mendesak DKI untuk mengurus sungai-sungai tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring berjalan waktu, masyarakat dan pemerintah pusat menjadi menitikberatkan tanggungjawab sungai kepada DKI.
"Kita mau bereskan, enggak bisa, orang bukan barang kita. Makanya dulu Ahok kalau masih ingat bilang kita kasih tentara saja biar suruh beresin kali, motong jembatan segala macem," lanjut dia.
Sementara, DKI harusnya bertindak hanya untuk membebaskan lahan yang bersinggungan dengan sungai di DKI. Ia pun menyindir menteri Basuki yang terus menunjuk DKI soal konsep normalisasi sungai.
"Iya makanya kalau dia enggak ngerti bohong, enggak usah jadi menteri kalo enggak ngerti," tutup Taufik.
Sebelumnya dalam sebuah rapat, Menteri Basuki menyinggung Anies yang hanya mengirimkan staf dalam rapat normalisasi sungai. Dia menyebut, staf Anies tidak paham konsep naturalisasi.
"Saya sudah bilang pada Pak Gubernurnya. 'Mas iki (ini) diundang', yang datang stafnya, dia enggak ngerti. Jadi kami mau undang lagi," ujar Basuki, Selasa (19/3/2019).
"Karena beliau dilihat punya ide naturalisasi, lha opo iki (apa ini)? Saya ajak ngoceh saja, diskusi. Apa programnya naturalisasi mari kita bareng-bareng. Nah ini belum ketemu," lanjut Basuki. (ctr/age)