Rizieq Shihab Serukan Perlawanan Jika Ada Kecurangan Pemilu

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 07:35 WIB
Rizieq Shihab Serukan Perlawanan Jika Ada Kecurangan Pemilu Rizieq Shihab menyerukan masyarakat tak berdiam diri jika terjadi kecurangan dalam Pemilu dan Pilpres 2019. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab kembali menyampaikan pesan dan catatannya terkait penyelenggaraan Pemilu 2019. Rizieq yang sudah berada di Makkah sejak April 2017 itu meminta jangan ada kecurangan dalam pemilu.

Pesan Rizieq dititipkan melalui Juru Bicara Badan Nasional Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Pipin Sopian saat keduanya bertemu beberapa hari lalu. Rizieq meminta penyelenggaraan Pemilu berlangsung jujur dan adil.

"Jika praktik kecurangan masif dilakukan dan penyelenggaraan Pemilu serta penegak hukum tidak berbuat adil, maka jangan sampai rakyat main hakim sendiri," kata Rizieq dalam keterangannya tersebut, Rabu (20/3).



Dalam kesempatan tersebut, Rizieq mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk melakukan perlawanan jika terjadi kecurangan. Rizieq meminta masyarakat tak hanya berdiam diri.

"Sampaikan jika terjadi kecurangan seperti bagi-bagi uang, penggunaan program dan fasilitas negara untuk kampanye, dan kampanye hitam. Tunjukkan protes keras kepada Bawaslu dan penegak hukum jika terjadi kecurangan. Sampaikan bukti yang kuat. Bukan hoaks," sambung Rizieq.

Rizieq juga mengingatkan ulang untuk mempersolid dukungan untuk pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandi agar bisa menang di Pilpres 2019. Imbauan ini disampaikan Rizieq khususnya kepada semua partai pendukung, organisasi masyarakat (ormas), ulama, habaib, tokoh, dan umat Islam pendukung Prabowo-Sandi.
Rizieq Shihab Serukan Perlawanan Jika Ada Kecurangan PemiluRizieq Shihab berpose bersama sejumlah koleganya.(Dok. Eggi Sudjana)


"Agar bersatu dengan barisan yang rapi seperti bangunan yang kokoh dalam memenangkan Prabowo-Sandi. Insyallah kita sudah melihat tanda-tanda kemenangan itu. Allahu Akbar," tutupnya.

Seperti diketahui, Pemilu 2019 akan dilakukan pada 17 April 2019. Tercatat ada 192.828.520 orang pemilih di DPT Pemilu 2019. Terkait Pilpres, ada dua paslon yang maju pada tahun ini. Nomor urut 01 milik pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, dan nomor urut 02 untuk Prabowo-Sandiaga Uno.

[Gambas:Video CNN]

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto telah memerintahkan aparat keamanan untuk menindak tegas siapa pun yang mengganggu pelaksanaan Pemilu 2019. Wiranto menjamin pemilu akan berjalan aman.

Ia menyatakan segala ancaman terhadap penyelenggaraan pemilu tak bisa didiamkan. Wiranto meminta aparat tak ragu menindak karena sudah ada aturan hukum yang berlaku.

"Tindak tegas siapa pun, kegiatan apapun yang nyata-nyata mengganggu pelaksanaan pemilu," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhulam, Jakarta, Rabu (20/3).
Rizieq Shihab Serukan Perlawanan Jika Ada Kecurangan PemiluIlustrasi pencoblosan. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)


Sementara itu Mabes Polri telah memetakan pola yang mengungkap ada upaya atau narasi yang berusaha mendelegitimasikan KPU maupun Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan bahwa pihak kepolisian saat ini menduga ada praktik-praktik propaganda yang dilakukan di ruang publik maupun media sosial.

Pada kurun November hingga Desember, kata Dedi, serangan ditujukan kepada Kementerian Dalam Negeri dengan isu tentang e-KTP.

Kemudian memasuki Desember-Januari, serangan ditujukan kepada KPU dengan isu hoaks tentang surat suara tercoblos di tujuh kontainer.

Memasuki Maret, yang diserang adalah Bawaslu dengan isu soal netralitas dalam menyelesaikan masalah-masalah selama Pemilu.

"Pola-pola itu sudah kita maping, ya dalam rangka apa akhirnya? Deligitimasi pemilu, jangan sampai ini terjadi karena ini merusak demokrasi yang ada di Indonesia," ujar Dedi di Mabes Polri, Senin (11/3).

Dedi memastikan bahwa Polri akan menindak tegas para pelaku membuat hoaks tersebut demi memberantas produksi dan penyebaran hoaks di Indonesia.

"Kami akan terus fokus untuk terus memberantas kasus-kasus hoaks atau juga propaganda-propaganda yang dimunculkan. Di medsos, kami akan habisi itu," kata Dedi.




(ain)