"Sebesar 70,4 persen masyarakat tidak tertarik dengan janji politik yang ditawarkan capres/cawapres. Hanya 18,3 persen pemilih yang tertarik," ujar Direktur Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago dalam keterangannya, Kamis (21/3).
Sementara itu, Voxpol juga merekam tingkat kepercayaan masyarakat terhadap janji politik capres/cawapres. Data dihimpun melalui dengan simulasi pertanyaan 'seberapa percayakah bapak/ibu terhadap janji-janji politik yang disampaikan capres/cawapres di saat masa kampanye?'
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Sisanya sebesar 71,4 persen tidak menagih atau tidak peduli dengan janji politik capres setelah terpilih," jelas Pangi.
"Di sisi lain masyarakat tidak akan menagih janji politik yang dulu pernah mereka tawarkan, karena psikologi pemilih seringkali pelupa dan pemaaf," tegasnya.
Pangi menilai janji politik Jokowi dan Prabowo di masa kampanye adalah sesuatu yang wajar. Menurutnya, sifat dasar politikus adalah gemar mengumbar janji. Wajar, kata dia, selama ini politisi sangat doyan berjanji tanpa beban, mengobral janji-janji manis. Bahkan membuat program yang tidak masuk akal.
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Tiara Sutari) |
"Karena janji merupakan kosmetik politik," tegasnya.
Survei Voxpol dilakukan pada 26 Februari hingga 8 Maret 2019. Survei dilakukan melalui pemilihan responden secara acak atau multistage random sampling. Tingkat kesalahan alias margin of error +-2,98 persen dengan melibatkan 1.220 responden di seluruh provinsi di Indonesia.
Responden dipilih berdasarkan usia 17 tahun ke atas dengan selang kepercayaan survei ini 95 persen. Setiap responden terpilih diwawancarai dengan metode wawancara tatap muka (face to face). Rekonfirmasi terhadap responden dilakukan sebanyak 20 persen sampel, dilakukan secara acak. (ain/ain)
Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)