Sandi Kaji Outsourcing, Ma'ruf Singgung Infrastruktur

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 05:55 WIB
Sandi Kaji Outsourcing, Ma'ruf Singgung Infrastruktur Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam debat cawapres 2019, Minggu (17/3).(CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku akan mengkaji sistem alih daya atau outsourcing jika menang di Pilpres 2019. Sementara, Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyebut warga akan rugi jika tak memilihnya di Pilpres karena pembangunan akan kembali ke awal lagi.

Sandiaga mengaku akan melibatkan akademisi mengkaji aturan hukum sistem outsourcing ini.

"Kita akan review melibatkan seluruh stakeholder, bersama dunia para pengusaha, termasuk tingkat pekerja. Akademisi bisa bantu juga dari sisi hukumnya, karena ini kan bertemtangan dengan Undang-undang No 13 tahun 2013 [tentang Ketenagakerjaan]," kata Sandi, di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Kamis (21/3).


Ia juga mengaku telah menandatangani Sepuluh Tuntutan Buruh dan Rakyat (Sepultura) yang salah satunya mengkaji ulang sistem outsourcing di Indonesia.

"Kami sudah tanda tangan sepultura, sepuluh tuntutan rakyat, salah satu poin soal outsourcing," kata Sandi

Salah satu aksi demo serikat buuruh, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Jakarta, dengan tuntutannya, salah satunya, adalah menghapus outsourcing.Salah satu aksi demo serikat buuruh, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Jakarta, dengan tuntutannya, salah satunya, adalah menghapus outsourcing. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Menurutnya, sistem outsourcing ini memberatkan kedua belah pihak, baik buruh ampun pengusaha.

"Sistem itu memberatkan dua belah pihak; di pihak perusahaan memberatkan karena perusahaan enggak bisa invest tenaga kerja, sementara para pekerja tidak dapat kepastian," kata Sandi.

Terpisah, Ma'ruf Amin menyebut masyarakat akan rugi jika tak memilih lagi paslon nomor urut 01. Pasalnya, rezim baru akan membuat pembangunan kembali dari awal. Sementara, akunya, saat ini Presiden Joko Widodo telah membangun landasan agar Indonesia bisa "tinggal landas".

"Kalau tidak memilih Pak Jokowi itu rugi karena akan mulai dari awal lagi, meletakkan fondasi lagi," ujar Ma'ruf, dalam acara silaturahim bersama Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) dan aliansi masyarakat Kalimantan Timur di Balikpapan, Kamis, (21/3) dikutip dari Antara.

Namun jika kembali memilih Jokowi, Ma'ruf menyebut landasan-landasan yang dibangun itu tak akan sia-sia. Infrastruktur bakal dilengkapi, Sumber Daya Manusia (SDM) akan diperkuat.

"Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla telah membuat landasan-landasannya. Baru nanti di periode berikutnya, kita maksimalkan lagi," kata dia.

[Gambas:Video CNN] (Antara/tst)