Jokowi heran proyek pembangunan MRT di Ibu Kota tertunda sampai 30 tahun lamanya. Oleh karena itu, ia mengatakan bersama Ahok mengambil keputusan politik untuk memulai pembangunan transportasi massal tersebut.
"Negara sebesar Indonesia ini masa baru punya MRT sekarang. Itu pun putusan politiknya, kami putuskan saat saya jadi gubernur saat itu dengan Pak Ahok," kata Jokowi di hadapan pengusaha yang tergabung dalam Pengusaha Pekerjaan Pro Jokowi (Kerjo), di Istora, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan wali kota Solo itu menjelaskan bagi pemerintah dalam membangun transportasi massal yang dihitung adalah manfaat bagi masyarakat luas.
Lihat juga:MRT Diproyeksi Tekan Kerugian Akibat Macet |
Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan keputusan membangun MRT kala itu juga untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota. Menurutnya, dari kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) negara mengalami kerugian sekitar Rp60 triliun per tahun akibat kemacetan.
"Sekarang dihitung lagi sudah Rp100 triliun. Apa mau diteruskan? Lebih baik dipakai untuk bangun MRT, LRT benar? Itu yang namanya keputusan politik sehingga secara makro negara kita tetap untung gede," kata Jokowi.
Jokowi sendiri dua kali mencoba MRT yang akan segera resmi beroperasi akhir pekan ini. Jokowi yang akan meresmikan operasional kereta yang baru menghubungkan Stasiun Lebak Bulus sampai Bundaran Hotel Indonesia itu pada Minggu (24/3). (fra/age)