Survei Kompas, TKN Sindir Sandi Tak Selaras dengan Prabowo

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 21:23 WIB
Survei Kompas, TKN Sindir Sandi Tak Selaras dengan Prabowo Direktur Program TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Aria Bima. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Aria Bima merespons survei Litbang Kompas terkait cawapres. Dalam survei itu, elektabilitas Ma'ruf kalah tipis dari Sandiaga Uno.

Terkait survei itu, Aria menyebut pilpres bukan masalah cawapres semata. Ia menyebut Sandi masih kalah dari Ma'ruf soal keselarasan visi, misi, dan program dengan capresnya, yakni Jokowi.

Sementara Sandi tak pernah menjelaskan visi, misi Prabowo, dan sebaliknya Prabowo tak pernah menggaungkan OK OCE, program andalan Sandi.


"Saya malah tidak lihat Sandi itu menjelaskan visi, misi Prabowo, program Prabowo. Prabowo tidak pernah bicara OK OCE, tidak pernah mau menasionalkan OK OCE," ucap Aria di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (22/3).

Aria membandingkan dengan Ma'ruf yang konsisten berbicara pencapaian Jokowi-JK dan cara melanjutkan pencapaian tersebut. Ma'ruf disebut mendongkrak Jokowi lewat keselarasan tersebut.

Dia menyebut Ma'ruf mampu menjelaskan beberapa program andalan, seperti Kartu Prakerja, Kartu Sembako Murah, KIP Kuliah. Sementara Sandi tak pernah mempromosikan program Prabowo, tapi menyetujui program Jokowi.

"Dia bilang, 'Nanti saya tidak banyak kartu, saya hanya satu kartu,' itu kan teknis. Intinya programnya setuju, cocok dong program Jokowi-Ma'ruf," ujar dia.

Sebelumnya, Litbang Kompas merilis hasil survei pengaruh cawapres dalam mendongkrak elektabiltas capres.

Hasilnya, Sandi menang dari Ma'ruf di empat dari enam kelompok responden. Di kategori pemilih pemula Ma'ruf 30,1 persen, Sandi 50,6 persen. Milenial muda Ma'ruf 35,5 persen, Sandi 45,4 persen. Milenial tua Ma'ruf 34,4 persen, Sandi 41 persen. Generation X Ma'ruf 38,1 persen, Sandi 42,6 persen.

Sementara Ma'ruf hanya mengungguli elektabilitas Sandi di dua kalangan usia tua, yakni baby boomers Ma'ruf 40 persen, Sandi 34,1 persen, serta di kalangan silent generation Ma'ruf 61,5 persen, Sandi 19,2 persen. (dhf/osc)