"Mereka terlibat dalam pembangunan MRT Jakarta fase pertama sejak groundbreaking sampai selesai. Mereka bekerja dalam sunyi, jauh dari liputan media. Tapi oleh tangan-tangan mereka, sejarah baru ditorehkan di ibu kota," ujar Anies saat peresmian operasi komersial MRT Jakarta di kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu (24/3).
Menurutnya, jumlah tersebut belum termasuk 546 karyawan PT MRT Jakarta. Bahkan, ia memperkirakan jumlah tenaga kerja yang diserap oleh infrastruktur transportasi itu bakal bertambah dengan rencana pembangunan fase kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Masih Rahasia, Tarif MRT Diumumkan Besok |
Khusus untuk pengoperasian, Anies mengatakan, moda transportasi teranyar di ibu kota itu telah menyiapkan 71 masinis dan 350 tenaga operasional untuk pemantauan serta pemeliharaan sehari-hari.
Anies mengatakan, para petugas telah disiapkan untuk siap melayani penumpang dengan potensi mencapai 65 ribu per hari pada masa operasi awal. Selang setahun, dia memperkirakan potensi jumlah penumpang mencapai 130 ribu per hari.
"Ke depan, kami dorong terus integrasi dengan moda transportasi lainnya, seperti LRT dan commuter line," ungkap Anies.
Lihat juga:Presiden Resmikan MRT Pertama di Indonesia |
Mulai Senin (25/3) besok, masyarakat bisa menggunakan MRT dengan kartu perjalanan. Tak ada pungutan biaya perjalanan, MRT masih digratiskan selama sepekan ke depan hingga Minggu (31/3). Pada periode ini, ada tujuh rangkaian aktif dan satu rangkaian cadangan yang dikerahkan.
Selanjutnya, operasi komersial berbayar bakal dimulai sejak 1 April 2019. Pada periode ini, sebanyak 14 rangkaian aktif dan dua rangkaian cadangan dioperasikan sejak pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB.
[Gambas:Video CNN] (uli/asr)