Ia menyebut KPU terkendala dalam perampungan potensi data ganda karena di saat bersamaan perlu menyelesaikan proses persiapan pemilu lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyebut KPU akan memverifikasi temuan 17,5 juta data janggal DPT Pemilu 2019 yang ditemukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi menemui KPU untuk melaporkan temuan 17,5 juta data janggal di DPT Pemilu 2019.
Data yang dimaksud janggal adalah BPN menemukan pemilih terkelompok dalam tiga kelompok tanggal lahir, yaitu 1 Januari, 1 Juli, dan 31 Desember.
"Pemilu sebelumnya sudah ada seperti ini, 2014 juga seperti itu. Dengan demikian ini bukan data tidak wajar, tetapi data yang secara administrasi kependudukan, demikian adanya," kata Viryan usai menerima perwakilan BPN di Kantor KPU, Jakarta, Senin (11/3).
[Gambas:Video CNN] (dhf/arh)