"Bawaslu di saat pengibaran bendera itu sudah langsung melakukan penindakan untuk diturunkan," jelas anggota Bawaslu Manado Taufik Bilfaqih, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memproses soal ini. Semoga besok semua pihak sudah bisa dipanggil, termasuk penyelenggara kampanye," jelas Taufik.
Ia juga mengatakan saat ini memang banyak foto-foto yang beredar dan menjadi viral soal kehadiran bendera tersebut sebelum diturunkan.
Taufik juga meminta kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak membawa ke dalam lokasi kampanye selain atribut kampanye. "Pasti akan kami tertibkan," ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Penasehat badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hidayat Nur Wahid, telah membantah bahwa bendera yang berkibar di kampanye pihaknya adalah bendera HTI.
Lihat juga:Prabowo Heran Dituduh Bela Khilafah |
Hidayat menilai bendera itu adalah bendera bertuliskan kalimat tauhid saja. "Bendera HTI itu jelas. Kalau itu dikatakan bendera HTI itu anda hoaks. Anda mengatakan perangi hoaks, maka jangan menyebarkan," kata dia.
Sementara, Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menyebut bendera tersebut merupakan Al-Liwa yang adalah panji HTI.
Kantor DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta, 2017. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) |
Ace mengatakan bendera Al-Liwa adalah bendera yang menjadi panji HTI, yakni kelompok yang selama ini mengaku ingin menegakkan sistem khilafah yang anti-Pancasila.
"Eks HTI selama ini ada di balik pendukung utama Prabowo-Sandi. Mereka sangat militan melawan pemerintahan Jokowi karena Pemerintahan Jokowi bersikap tegas terhadap organisasi yang ingin mengancam ideologi Pancasila dan NKRI," kata Ace.
[Gambas:Video CNN] (ron/arh)
Kantor DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta, 2017. (