Selain memutihkan TPS, kader Ansor juga diminta mencoblos calon presiden dan wakil presiden yang berbaju putih di bilik suara. Hal itu disebut Yaqut sebagai upaya mengadang gerakan atau kelompok yang menolak NKRI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
GP Ansor sudah membenarkan video Yaqut tersebut.
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
Aksi memutihkan TPS ini dikenal dengan gerakan Rabu Putih. Yaqut meresmikan sendiri gerakan ini saat Rapat Koordinasi Nasional yang diikuti seluruh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor seluruh Indonesia di Bojonegoro, Jawa Timur, kemarin.
Dalam keterangan tertulisnya, Yaqut mengatakan Gerakan Rabu Putih ini bertujuan untuk memutihkan seluruh TPS.
"Ya, pokoknya putihkan TPS dan coblos itu yang putih-putih. Masak nggak paham yang putih-putih, nanti lihat sendiri waktu mau nyoblos," kata Yaqut.
Yaqut juga mengajak kader Ansor melawan hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian yang marak mewarnai kontestasi politik beberapa bulan terakhir. Hal itu disebut Yaqut telah mengakibatkan masyarakat terbelah dan mulai timbul rasa saling tidak percaya.
"Jika dibiarkan terus berlangsung, maka akan merusak tatanan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata Yaqut.
"GP Ansor mendorong sekaligus percaya Polri dibantu TNI bertindak profesional dalam menjamin stabilitas politik dan keamanan Pemilu 2019," kata dia. (wis/sur)
