Hal itu disebut perlu didukung oleh kebijakan yang memaksa pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kayaknya akan mudah. Mungkin kalau ke daerah tengah [Jakarta] gini lebih praktis pakai [MRT] ini," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/3).
Presiden Jokowi mencoba MRT bersama menteri-menterinya. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
"Lebih murah ini ya. Mending ini dong," ucap dia.
"Mungkin enggak entirely [mengurangi kemacetan] kali ya, tapi mungkin akan mengurangi sedikit," Icha menambahkan.
Sementara itu Fella (30), yang juga biasanya menggunakan ojek online tidak mempermasalahkan tarif MRT. Ia yakin MRT dapat mengatasi macet dan membuat pengguna mobil pribadi beralih.
Senada, Fransiska (39), karyawan di Bank Indonesia, mengaku menggunakan mobil pribadi setiap hari ke tempat kerja. Sejak ada MRT, ia akan beralih moda transportasi meskipun jalurnya tidak langsung menjangkau kantornya.
"Kalau ada [NRT] kita pasti naik, cepat, lebih mudah, efisien, enggak polusi," kata Fransiska.
Foto: CNNIndonesia/Fajrian |
"Optimislah mengurangi kemacetan," ucapnya.
Dihubungi terpisah, pengamat transportasi dari Universitas Katholik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengatakan untuk mengurangi kemacetan dan penggunaan mobil pribadi tidak cukup dengan MRT.
Menurut dia, itu perlu disokong dengan upaya paksa penguarangan kendaraan pribadi. Bentuknya, pertama, peningkatan tarif parkir di ibu kota yang saat ini masih tergolong sangat murah.
Kedua, lanjut Djoko, adalah penerapan ganjil genap sepanjang hari.
Senada, Direktur Eksekutif Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Deddy Herlambang mendorong peningkatan tarif parkir. Ia memberi contoh dengan tarif parkir di Jepang yang bisa mencapai Rp100 ribu di ibu kota.
Kemacetan di jalanan ibu kota yang disebabkan banyaknya penggunaan kendaraan pribadi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Selain itu, dia menyarankan integrasi moda transportasi. "MRT akan efisien apabila terjadi integrasi antarmoda sesama angkutan umum," ucap dia.
Ia juga menyinggung soal konsep push and pull dalam Transportation Demand Management (TDM). Yakni, bagaimana cara menekan penggunaan kendaraan pribadi dan menarik masyarakat menggunakan angkutan umum.
Lihat juga:Pengamat Nilai Tarif MRT Rp8.500 Masih Mahal |
[Gambas:Video CNN] (ani/arh)
Presiden Jokowi mencoba MRT bersama menteri-menterinya. (
Foto: CNNIndonesia/Fajrian
Kemacetan di jalanan ibu kota yang disebabkan banyaknya penggunaan kendaraan pribadi. (